Postingan

Kereta Cinta belum Sampai

Gambar
  Aku ingat sekali, tepat pada tanggal 11 Oktober aku mengantarnya di pelabuhan. Semalam suntuk kami bercerita tentang kehidupan, hubungan, kuliah, masa lalu, dan tentunya cinta juga. Dua insan yang saling mencintai itu duduk berdua yang ditemani oleh bintang-bintang gemerlapan, kemesraan keduanya membuat semua ciptaan Tuhan bertasbih untuk memuji kekuatan cintanya.  Aku percaya bahwa malam perpisahan itu sangat menyakitkan, dibalut dengan canda yang pilu seolah tak ada kesedihan yang menghantui diriku yang akan ditinggalkan.  Pukul tiga belas lewat lima belas menit untuk berangkat ke pelabuhan untuk mengantarkan dia yang akan melanjutkan studinya.  Tak seperti kisah "Kabhi Alvida Naa Kehna" di mana pertemuan Dev dengan Maya tak disengaja lalu saat mereka berpisah tidak diakhiri dengan selamat tinggal, karena mereka meyakini suatu saat akan bertemu lagi, artinya tidak ditutupi dengan "selamat tinggal". Aku siang tak pernah berpikir seperti yang ada dalam mulut kami ...

Penumpang Gelap

 “Luka dibalik Meleburnya BEM-SI” Pukul 14: 27, saya dan Mas Adit berangkat dari Universitas Negeri Yogyakarta menuju Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk mengikuti aksi penolakan Pak Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah) yang diundang oleh rektorat UMY sebagai pembicara bersama Pak Anis Baswedan (Gubernur Jakarta) dalam acara yang bertajuk “Government Gathering On Good and Green Governance”. Dalam acara ini, Pak Anis tidak bisa hadir, Pak Anis hanya tampil melalui Video Conference. Saya sendiri tidak tahu kenapa pak Anis tidak bisa hadir dalam acara tersebut. Sesampai di UMY, kami melihat teman-teman Aliansi UMY Bergerak dan beberapa teman-teman dari BEM-SI yang bergabung dalam aski tersebut sedang berkumpul untuk melanjutkan aksi. Selain penolak terhadap Gubernur Jateng tersebut sebagai pembicara, Aliansi UMY Bergerak juga membawa beberapa tuntutan, termasuk ada tuntutan dari Aliansi BEM-SI. Kami merasa Pak Ganjar gagal memberikan kenyaman untuk masyarakat Jateng. Sebelum be...

Kelabu

Seperti biasanya. Setiap mahasiswa yang kuliah luar daerah, memiliki rasa rindu terhadap kampung Halamannya. Sama sepertiku, Aku kuliah di Jogja. Di mana orang-orang namainya Kota Pendidikan. Aku pun mengiyakan. Iya benar, Jogja Kota Pendidikan.  Sepulang dari Riau, Jogja melakukan lockdown. Rasanya dunia sepi kala itu. Teman-temanku udah pada pulang kampung. Sementara aku duduk di kamar, yang setiap hari memandangi tembok berwarna biru yang sudah mulai kusut. Kegiatanku, tidur, makan, main HP dan nonton film di laptop, ibadah, kadang masak, keluar masuk toilet, ngepel Masjid. Kadang gak pernah lihat matahari, serasa dunia ini tak berputar, tak ada detik, jam, pagi, siang, sore, malam. Lalu apa yang tepat untuk menamainya? Aku tanya kucing, dia tak tahu, aku tanya tetangga juga gak tahu. Yaudah, aku menamai masa itu, dengan masa Kelabu.

"Mencintaimu Sebuah Keharusan"

"Mencintaimu Sebuah Keharusan" Oleh : FAN  Engkaulah Takdir ku.  Engkau yang dulu tidak pernah aku kenal Kini berada berada di sisi ku.  Engkau wanita yang misterius. Aku berusaha untuk memahami dan mengerti mu. Aku belajar menikmati ucapan dan tingkah lakumu.  Aku belajar Bersabar untuk menjaga hati. Agar tetap pada dirimu. Aku tidak ingin engkau pergi dari hidupku. Aku dan kamu adalah dua insan yang dulu asing  Kini bertemu untuk merobohkan tembok-tembok pemisah. Aku belajar mencintai mu seperti seorang ibu mencintai anaknya tanpa Syarat. Mencintai dalam keadaan apapun. Kini aku sudah menemukan cintaku. Cinta dua insan yang pernah patah hati karena ditinggalkan. Mencintaimu adalah sebuah keharusan. Meninggalkan mu adalah pengecualian. Aku ingin seperti Rama Mendirikan sebuah kerajaan untuk melawan Rahwana yang mengambil Istrinya, Shinta. Aku tidak ingin seperti Angling Kusuma. Menikahi Pujiwati Putri seorang Begawan. Kemudian ia merasa malu mengakuinya didepan...

"Titik Mushala"

Aku senang bisa menulis kisah asmara. Banyak orang yang tidak kenal dekat denganku, siapa dan bagaimana aku yang sebenarnya! Tapi aku selalu berusaha menceritakan lewat tulisan, karena tidak semua teman, tempat aku bercerita.  Aku termasuk cowok yang kaku dalam pergaulan, seperti yang aku jelaskan pada tulisan pertamaku. Ketika sahabat dan teman-teman sudah punya cewek, aku malah lebih sibuk dengan sekolah. Tapi lama-lama aku merasa, dunia ini kering tanpa kisah-kisah asmara.  Suatu ketika aku pernah jatuh cinta pada seorang cewek. Teman-temanku senang mendengarnya, mungkin mereka tidak menyangka aku bisa punya pacar.  Aku tidak akan bercerita tentang cewek yang menjadi orang pertama mengisi hatiku. Tapi aku akan bercerita kisahku dengan seorang cewek misterius.  Teman-teman dekat ku pasti tahu siapa cewek itu! Aku berharap bisa dibaca sampai selesai.  Mari kita mulai bercerita.... **** Sore itu suasana sekolah telihat sepi, guru, si...

"Dalik Masjid Arfa' Unnas UNRI"

Di balik Masjid ARFA' UNNAS UNRI Sungguh masjid ini sangat bersejarah dalam hidupku. Siang itu, sholat jum'at di masjid ini. Jumat penutup February 2020. Sosok pemuda sederhana menghampiri ku, bersarung kotak" dan berbaju abu-abu, serta berkumis yang menunjukkan kedewasaan dari sosok pemuda sederhana itu. "Dari UNY, ya?" Tanya beliau dengan tersenyum ramah, sambil melirik almamater biruku. "Iya, bang" jawabku, dengan wajah penuh tanda tanya. "Kenal Bayu?" "Kenal, bang. Beliau Presma saya, kebetulan tahun ini, saya staffnya di Kajian Eksternal" Beliau melanjutkan ceritanya ketemu sama bayu. Tak hanya Bayu yang beliau kenal, tapi kedua presma saya sebelumnya. Ya, beliau kenal Mas Rosyid dan Mas Agung. "Ketemu sama Mas Bayu di mana, bang?" Tanyaku lagi. "Oh iya. Kemarin ketemu di Munas BEM-SI, di Lombok, Unram!" "Oh gitu, Bang. Berarti abang Presma Unri?" "Iya" jawabny...

Hari Pertama Ramadhan

Gambar
Ilustrasi : Fath La MK Ramadhan kali ini, tak sepeti biasanya. Riuh suara tilawah setiap sudut kota dulu menjadi nada yang indah untuk menciptakan lagu-lagu anggun nan rembulan bagi seluruh alam. Kali ini kita mendapatkan keheningan malam, gelap tak bercahaya. Kota Jogja yang terkenal dengan istimewa sudah kehilangan ruhnya. Suara anak-anak ketika shalat tarawih sudah tak ada lagi, jadi kangen akan cerita bersama mereka. Mendongengkan cerita hanya ingin melihat mereka tertawa riang menikmati masa-masa kecilnya. Shalat sudah memiliki jarak, tak ada rapat seperti dulu. Semua telah berbeda, Tuhan. Ramadhan kedua kali saya jauh dari orang tua. Suara lembut ibu yang setiap malam membangunkan di kala lelap tidur tak terdengar lagi, suara itu hanya bisa dikenang oleh rasa, tak bisa di dengarkan oleh telinga. Seruan gembira menyambut bulan Ramadhan berubah, ada yang menulis hastag #TarawihdiRumahaja#Jangankeluar#JagaJarak dan banyak lagi hastag yang menarik. H...